Dewisartika06's Blog

ANALISIS KESEIMBANGAN PASAR

Posted on: June 23, 2009

Dalam ekonomi konvensional, keseimbangan umum dapat terjadi apabila pasar barang dan pasar uang ada dalam keadaan keseimbangan. Dalam keadaan keseimbangan umum ini besarnya pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang terjadi akan mencerminkan pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) seimbang baik di pasar uang maupun pasar barang. Namun dalam ekonomi Islam sistem bunga dihapuskan.
Konvensional
Istilah sektor riil dalam pembahasan mengenai ekonomi makro menggambarkan kondisi perekonomian dipandang dari sisi permintaan dan penawaran barang dan jasa. Oleh karena itu, sektor riil ini disebut juga dengan istilah pasar barang.
Sisi penawaran di pasar barang ini menggambarkan kemampuan perekonomian menghasilkan barang dan jasa pada suatu periode tertentu. Sedangkan sisi permintaannya menggambarkan pengeluaran yang dilakukan oleh pelaku ekonomi, seperti rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan luar negeri.
Stabilitas ekonomi makro dilihat dari keseimbangan antara permintaan (yang ditunjukkan oleh total pengeluaran) dan penawaran (yang ditunjukkan dengan oleh kemampuan perekonomian tersebut menghasilkan barang dan jasa) yang terjadi di pasar tersebut.
Analisis Keseimbangan Sektor Riil dengan Grafik
Secara matematis hubungan fungsional antara pengeluaran konsumsi rumah tangga (C) dan pendapatan (Y) dapat dinyatakan sebagai berikut:
Y = C + S
Bila diasumsikan bahwa seluruh simpanan (S) tersebut digunakan untuk investasi (I), maka:
S = I
Y = C + I
Investasi perusahaan sangat bergantung dari tingkat bunga. Makin tinggi bunga, maka semakin kecil investasi yang dilaksanakan, dan sebaliknya.
Karena tabungan dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, S = f (Y), dan investasi dipengaruhi oleh tingkat bunga, I = f (i), maka kita dapat mengkombinasikan tingkat bunga (i) dan pendapatan (Y) yang memungkinkan pasar barang-jasa dalam keseimbangan. Kondisi itu digambarkan oleh kurva yang disebut kurva IS (IS curve). Dengan demikian kurva IS dapat didefinisikan sebagai kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai tingkat bunga dengan pendapatan nasional yang memungkinkan pasar barang-jasa berada dalam keseimbangan (terpenuhi syarat keseimbangan pasar barang-jasa, yaitu S= I).

Diagram I menunjukkan hubungan antara tingkat bunga dan jumlah investasi, diagram II menunjukkan keseimbangan di pasar barang, di mana S=I. Diagram III menunjukkan fungsi tabungan, hubungan antara tabungan dengan pendapatan nasional adalah positif, artinya makin besar pendapatan nasional, maka tabungan yang terjadi juga semakin besar. Diagram IV menunjukkan kurva IS, yaitu kurva yang menghubungkan antara titik-titik tingkat bunga dan pendapatan nasional.
Kurva IS, yaitu kurva yang menggambarkan keseimbangan di sektor riil (pasar barang), yang berlereng negatif. Ini memberi petunjuk bahwa pada sektor riil (pasar barang), apabila terjadi kenaikan tingkat bunga, maka pendapatan nasional akan turun. Kenaikan tingkat bunga akan menyebabkan turunnya investasi dan turunnya investasi secara langsung akan menyebabkan turunnya pendapatan nasional. Sebaliknya, apabila tingkat bunga turun maka pendapatan nasional akan naik. Karena, turunnya tingkat bunga akan menyebabkan naiknya investasi.
1.2 Keseimbangan Sektor Riil (Pasar Barang) dalam Ekonomi Islam
Pada sistem ekonomi Islam bunga tidak diberlakukan, sehingga keseimbangan di pasar barang dalam ekonomi Islam sangat berbeda dengan keseimbangan pasar barang dalam ekonomi konvensional. Hal ini karena sistem bunga dihapuskan dan diganti dengan tingkat keuntungan yang diharapkan (Er).
Investasi perusahaan dalam ekonomi Islam tergantung dari tingkat keuntungan yang diharapkan dan biaya asset yang kurang produktif. Makin tinggi keuntungan yang diharapkan, dan makin besar biaya asset yang kurang produktif maka semakin besar investasi yang dilaksanakan, dan sebaliknya.
Analisis Keseimbangan Sektor Riil dengan Grafik
Pada pembahasan sebelumnya dinyatakan bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh pendapatan. Secara matematis, hubungan fungsional antara pengeluaran konsumsi rumah tangga (C) dan pendapatan (Y) dapat dinyatakan sebagai berikut:
C = f (Y) dengan C = C1 + C2
C1= pendapatan muzakki; C2= pendapatan mustahik
Dalam analisis keseimbangan sektor riil, kondisi keseimbangan perekonomian dapat digambarkan ke dalam sebuah kurva yang disebut kurva ISI. Kurva ISI adalah tempat kedudukan titik-titik yang menghubungkan tingkat keuntungan yang diharapkan dengan (Er) dan pendapatan nasional (Y), di mana pasar barang berada dalam kondisi keseimbangan.

Diagram I menunjukkan fungsi investasi tabungan antara tingkat keuntungan yang diharapkan dan jumlah investasi. Diagram II menunjukkan keseimbangan di pasar barang, di mana S=I. Diagram III menunjukkan fungsi tabungan, gambar ini menunjukkan bahwa hanya satu tingkat pendapatan tertentu yang dapat mendorong masyarakat untuk menyediakan tabungan pada tingkat yang disebutkan. Bila tingkat tabungan berada pada S1, maka dapat diperhitungan bahwa tingkat pendapatan nasional berada pada Y1. Oleh karena itu harapan akan tingkat keuntungan mencapai Er1 maka keseimbangan akan diperlihatkan menjadi Y1. Diagram IV menunjukkan kurva ISI, yaitu kurva yang menunjukkan antara tingkat keuntungan yang diharapkan (Er) dan pendapatan nasional (Y).
Apabila titik A dan B kita hubungkan maka kita memperoleh kurva ISI, yaitu kurva yang menggambarkan keseimbangan di sektor riil (pasar barang) yang berlereng positif. Ini memberi petunjuk bahwa pada sektor riil (pasar barang), apabila terjadi kenaikan keuntungan yang diharapkan, maka pendapatan nasional akan naik. Kenaikan keuntungan yang diharapkan akan menyebabkan naiknya investasi dan naiknya investasi secara langsung akan menyebabkan naiknya pendapatan nasional. Sebaliknya, apabila tingkat keuntungan yang diharapkan turun maka pendapatan nasional akan turun. Karena, turunnya tingkat keuntungan yang diharapkan akan menyebabkan turunnya investasi.
2. Keseimbangan Sektor Moneter
2.1 Keseimbangan di Pasar Uang dalam Ekonomi Konvensional
Dalam ekonomi konvensional, pasar uang akan berada dalam keadaan seimbang apabila penawaran akan uang (Ms) sama dengan penawaran akan uang (Md). Dalam analisis keseimbangan di pasar uang digunakan suatu kurva yang disebut kurva LM (LM curve). Kurva LM adalah tempat kedudukan titik-titik yang menghubungkan tingkat bunga (i) dan pendapatan nasional (Y), di mana pasar uang dalam keadaan seimbang.
Analisis Keseimbangan Sektor Moneter dengan Grafik
Variabel ekonomi pada pasar uang yang berhubungan dengan tingkat bunga adalah permintaan uang untuk tujuan spekulasi (m2). Hubungan antara besarnya permintaan uang untuk tujuan spekulasi (m2) dengan tingkat bunga (i) adalah negatif. Artinya, apabila tingkat bunga turun maka permintaan uang untuk tujuan spekulasi (m2) naik, dan sebaliknya. Dengan demikian kurva permintaan uang untuk tujuan spekulasi berlereng negatif (diagram I). Diagram II menunjukkan hubungan antara permintaan uang untuk berjaga-jaga (m1) dengan permintaan uang untuk tujuan spekulasi (m2) yang memiliki hubungan negatif, artinya jika permintaan uang untuk spekulasi (m2) naik maka persediaan uang untuk berjaga-jaga (m1) berkurang, dan sebaliknya. Diagram III menggambarkan hubungan antara uang yang dipegang untuk tujuan berjaga-jaga (m1) dan tingkat pendapatan nasional yang memiliki hubungan positif, artinya semakin besar pendapatan nasional (Y), maka permintaan uang untuk transaksi berjaga-jaga (m1) juga semakin besar.

Kurva LM berlereng positif. Ini memberi petunjuk bahwa pada sektor moneter (pasar uang), apabila terjadi kenaikan tingkat bunga, maka pendapatan nasional akan meningkat. Sebaliknya apabila tingkat bunga turun maka pendapatan nasional akan menurun pula.
2.2 Keseimbangan di Pasar Uang dalam Ekonomi Islam
Ada dua alasan utama memegang uang dalam ekonomi Islam, yakni:
• Motivasi transaksi, dan
• Motivasi berjaga-jaga
Spekulasi dalam pengertian Keynes, tidak akan pernah ada dalam ekonomi Islam. Hal ini diikuti bahwa permintaan uang untuk tujuan spekulasi (sebagian fungsi tingkat bunga) menjadi nol dalam ekonomi Islam. Oleh karena itu, permintaan uang dalam ekonomi Islam berhubungan dengan tingkat pendapatan. Keperluan uang tunai yang dipegang dalam jangka waktu penerimaan pendapatan dan pembayarannya. Besarnya persediaan uang tunai akan berhubungan dengan tingkat pendapatan dan frekuensi pengeluaran.
Jika sektor moneter yang selama ini lazim dikenal dalam perekonomian tidak ingin dihilangkan dalam wacana ekonomi Islam, maka sektor investasi dapat saja diidentikkan dengan sektor moneter. Namun yang harus dipahami bahwa definisi moneter di sini tidak merujuk pada definisi yang digunakan oleh konvensional. Sektor moneter (investasi) di sini terbatas pada penyediaan modal atau proyek-proyek investasi yang mendukung terselenggaranya aktivitas riil di pasar.
Perumusan model aktivitas investasi, baik pada sisi permintaan maupun sisi penawaran, merujuk pada nilai-nilai moral Islam yang diyakini mempengaruhi perilaku ekonomi seseorang serta segala ketentuan hukum syariah yang memang menjadi pedoman dalam berperilaku dan berinteraksi secara Islam. Dengan asumsi bahwa yang menjadi objek dalam aktivitas investasi adalah proyek-proyek investasi, maka aktivitas permintaan dan penawaran investasi akan menentukan besar-kecilnya tingkat ekspektasi keuntungan di pasar investasi.
Penawaran investasi yang komponennya terdiri dari investasi swasta (Ip), investasi pemerintah (Ig), dan investasi sosial (Iso) memiliki kurva yang vertikal karena diasumsikan bahwa inisiasi proyek investasi dilakukan bukan atas dasar besar-kecilnya keuntungan ekspektasi (expected return – Er). Penawaran atau inisiasi proyek investasi pada investasi swasta dilakukan sepanjang Er tidak negatif. Dengan kata lain, proyek investasi akan tetap dilakukan berapapun tingkat ekspektasi keuntungan. Bahkan boleh jadi seorang pelaku bisnis akan tetap berinvestasi meskipun tahu ekspektasi keuntungannya adalah 0, karena motivasi dia memberikan kemaslahatan/ kerja bagi mereka yang membutuhkan. Sementara itu investasi pemerintah dan sosial cenderung tidak ada kaitannya dengan ekspektasi keuntungan, karena motivasi pemerintah dan sosial masing-masing adalah penyediaan infrastruktur bagi publik dan kemanfaatan bagi manusia lain (yang sifatnya sukarela).
Pada sisi permintaan investasi, keikutsertaan kelompok pemilik modal tergantung pada keberadaan usaha yang telah ada di pasar, di mana mereka menempatkan sebagian modalnya (uang) pada usaha yang ada, sehingga besar-kecil jumlah investasi atau penanaman modal mereka pada proyek investasi tergantung pada besar-kecilnya ekspektasi keuntungan yang ada. Semakin besar ekspektasi keuntungan, maka akan semakin besar permintaan terhadap proyek investasi tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika ekspektasi keuntungan kecil, maka permintaan proyek investasi pun akan turun. Seberapa besar penurunan permintaan investasi sangat tergantung pada tingkat sensitivitas permintaan tersebut terhadap pergerakan naik-turunnya ekspektasi keuntungan.
3. Pendapat Beberapa Pakar atas Relevansi Keseimbangan Umum Konvensional
Ali Sakti, MEc mengkritisi ketidak-konsistenan peran bunga dalam konsep IS-LM, yaitu terlihat pada tidak jelasnya fungsi dan definisi bunga dalam keseimbangan umum konvensional:
1. Bunga sebagai harga yang ditentukan pasar atau sebagai instrumen kebi-jakan yang relatif dapat ditentukan nilainya .
2. Bunga pada pasar barang (I) lebih berperan sebagai credit rate, sedangkan bunga pada pasar moneter (Md) berperan sebagai saving rate. Padahal tidak pernah ada kondisi (credit rate = saving rate). Sehingga konsep tingkat bunga keseimbangan (Ie) menjadi dipertanyakan definisinya atau relevansinya secara luas. Tingkat bunga keseimbangan tidak mewakili apa-apa kecuali sebuah asumsi saja.
3. Bunga sebagai credit rate yang tinggi menghambat uang mengalir ke pasar barang (menciptakan barang & jasa), bunga sebagai saving rate yang tinggi mendorong uang menumpuk di sektor moneter (money creation & concentration).
Selanjutnya, tambah Ali Sakti, kelemahan teori model keseimbangan umum konvensional yaitu bahwa model tersebut tidak menggambarkan keadaan apa yang sebenarnya terjadi di pasar. Kecenderungan bunga yang menggelembungkan jumlah uang (money creation) dan konsentrasi uang pada pemilik-pemilik dana (money concentration) tidak bisa digambarkan oleh model ini. Padahal kecenderungan tersebut memiliki arah kepada ketimpangan sektoral antara moneter dan riil, atau pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa bunga pada dasarnya memiliki implikasi yang kontradiktif dengan prinsip-prinsip keseimbangan yang diinginkan oleh model ekonominya. Hal ini juga yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa bunga diyakini begitu berbahaya bagi perekonomian.
Para ekonom lainnya pun berpendapat demikian, Adiwarman A. Karim menyatakan bahwa pasar uang dengan bunga, spekulasi serta transaksi lainnya yang bersifat gharar, maisir, dan riba, telah berkembang begitu cepat sehingga terlepas dari pasar barang dan jasa. Hanya 5% dari transaksi di pasar uang yang terkait dengan barang dan jasa. Celakanya lagi, hanya 45% dari transaksi di pasar yang spot, selebihnya forward, futures, dan options. Boleh dikatakan perekonomian saat ini digelembungkan oleh transaksi maya yang dilakukan oleh segelintir orang di beberapa kota di dunia serta London (27%), Tokyo-Hong Kong-Singapura (25%), dan Chicago-New York (17%). Kekuatan pasar uang ini sangat besar dibanding kekuatan perekonomian secara keseluruhan. Nilai perdagangan barang jasa hanya 1,5% dari turn over di pasar uang. Akibatnya perekonomian global praktis ditentukan oleh perilaku lima Negara tersebut.
Perlu diketahui pula bahwa transaksi maya pada pasar uang telah menjadikan pasar uang tumbuh jauh lebih cepat daripada pertumbuhan pasar barang. Jika ini dibiarkan berlanjut maka akan mendorong uang menumpuk di sektor moneter (money creation & concentration) yang menyebabkan menyusutnya pertumbuhan pada sektor riil. Penyusutan pertumbuhan sektor riil ini akan berdampak pada semakin berkurangnya barang-jasa yang diproduksi (pasar menjadi tidak produktif). Selanjutnya yang terjadi adalah inflasi yang akan menekan pertumbuhan ekonomi nasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Categories

Archives

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: